LAGI PUSINGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
Selasa, 12 Agustus 2008
Selasa, 06 Mei 2008
PERCAYALAH PADAKU

Percayalah padaku lebih dari yang lain
Bahwa cintaku ini amatlah dalam
Oh coba kau pahami betapa aku takjub kepadamu
Seakan-akan kau hanya tercipta untukku…..
Sepanjang aku bersamamu
Aku bagai melihat malaikat dihadapku
Tak berkedip aku memandangmu
Sungguh keindahanmu tak bisa terlukiskan
Mendekatlah kepadaku secara perlahan
Hatiku dan hatimu sama-sama satu
Wahai perhiasan dunia terindah
Seperti cinta yang tak pernah dirasakan oleh seorang pun
Peluklah aku dengan kedua tanganmu
Walau itu mungkin berat untukmu
Namun itu menghilangkan segala gundahmu
Oh sungguh matamu tak terucapkan kata-kata……
Jumat, 02 Mei 2008
DAWAI HATI

Mengalun sebuah dawai Pembuka Segala jiwa……
Menerawang Dimensi waktu Penggerak Tanya
Melayangkan Sensasi berkelana
Menghirup harum surga mengalir sungai dahaga
Setetes keringatmu memberikan harum sejagat raya
Menentramkan setiap mata yang terjaga
Secercah senyummu menerangi setiap sudut gelap fana…
Menghapus setiap uraian air mata….
Jiwamu yang Fitri….
Jiwamu yang harum….
Pembawa segala kebahagiaan nan keindahan
Yang mana tak pernah aku rasakan
Kan ku daki gunung tertinggi di bumi dan langit
Kan kuselam dalamnya tanjung hatimu…
Hanya untuk temukan mutiara itu…
Mutiara di dalam hati yang bersih bagai sutra putih tak ternoda….
Sungguh tak ada perhiasan seindah dirimu
Sebaik-baik keanggunan yang kutemukan
Setinggi-tinggi perilaku nan menawan
Suatu saat kan kujadikan kau pendamping hidupku yang tak tergantikan
Minggu, 06 April 2008
PEMANAH HATIMU

Malam semakin larut membawa cerita
Seorang hamba yang tak mempunyai daya dan upaya
Tergema sebuah nyanyian sukma
Yang menemani dalam duka lara
Terpatri aku dalam dunia maya
Tergantung diatas pohon tua
Pelangi pagi seakan enggan untuk menyapa
Menyapa hati yang terjerembab dalam fana
Oh…..angin ….berhembuslah dalam sukmaku
Temani aku…dalam setiap kepingan hatiku
Wajah indah yang selalu menghantui malamku
Tak sanggup aku menghilangkan rasa itu
Jauh…sungguh jauh jarak yang harus ku tempuh
Menggapai bidadari yang membuat jiwaku rapuh
Walau ku tak mampu…
Pasti engkau ku raih dalam peluh…….
ku ingin memanah hatimu
ku ingin merengkuh jiwamu
dalam kesucian hatiku dan hatimu
aku ingin menjalin tali suci yang abadi untukku dan dirimu....
Pujangga
Rabu, 19 Maret 2008
PEMUJA BIDADARI

Tercerah Keindahan dihadapanku
Tarpaku terdiam melihatmu
Kini semua rasa memaksaku untuk menyatu
Kemana aku harus melabuhkan hatiku?
Di persimpangan ku temukan secercah cahaya kesempurnaan
Bidadari malam yang tak bisa ku elakan
Bidadari malam yang menerangi dengan sinar bulan
Secerah harapan pemberi kehangatan
Aku tak pernah percaya aku lemah dihadapmu
Mecabik-cabik setiap helai kalbu
Oh bidadari yang tak tersentuh oleh tabu
Kemanakah aku harus mencari hatimu
Tak terlupa tatapanmu
Tak terlupa senyummu
Walau ku tahu kau tak pernah menghiraukanku
Aku bahagia hanya dengan membayangkanmu
Kini tercurah dalam jiwa maupun sukma
Terjerembab lesu oleh sebuah aura
Aura dirimu yang mengugah dahaga
Disini aku hanya memuja
Selasa, 18 Maret 2008
Ikhwan Pencari Cinta Sejati
Wah..pagi ini indah kawan-kawan, tak pernah kulihat pagi yang seindah pagi ini. Menyejukan,menenangkan, menyenangkan jiwaku yang mungkin terbelenggu dalam ruang gelap ragu.
Huh..capeknnya hatiku kalau sedang begini. Sepi sendiri seakan tak ada yang mau mendekati, seakan tak pernah ada yang perduli betapa aku membutuhkan sebuah sapaan, satu sapaan saja "Feri gimana kabarnya?" dari seseorang yang mungkin sudah lama ku kenal tapi dia tak kunjung memahami diriku.
Memang sih aku tuh kadang tidak konsisten, kadang malas walau kadang aku semangat banget dalam segala hal. Ya namanya juga manusia selalu penuh dengan kelengahan dan sedikit penghargaan. Sudahlah yang penting pagi ini aku bisa menghirup udara pagi yang membawaku berkelana terbang dalam buaian angan untuk kembali ke kampong halamanku sendiri.
"Dor….yeh…ngelamun aja nieeee!" Dadan tiba-tiba mengagetkanku. Sahabat sekamarku ini memang suka jail walau dia terhitung sebagai koki handal Darussalam catering.
"he..he.. " Aku garuk kepalaku "Biasa lagi kangen seseorang!". Ups Seseorang ? Siapa ya? Padahal semua orang di rumah atau mungkin seantero kota tahu bahwa aku tuh gak pernah laku. Sekali suka seseorang pasti terbentur tembok besar yang bernama penolakan…hahahahah…padahal aku kan gak jelek-jelek amat, eit tapi itu kata ibuku lo hihiihi.
"Ayo Ngelamun terus, entar kerasukan setan baru nyaho!" " tahu gak Jin Kairo itu mengerikan lo"
"Ye…tak taku tak takut!" Jawabku menirukan Bahasa melayu.
"Hah…Nak Jin Mati lah….!" Seloroh dadan yang mencekikku.
"Eh BTW kita kemana nih pagi ini minta tanda tangan pernyataan beasiswa?" Tanyaku.
"Gimana kalau kita ke Wabah…?"
"Bukan Wabah sayang….tapi Wahbah."
"Iya iya, yang penting itu lah maksudku"
"JOm kita masak terus mandi atau gak ya enaknya?" HIhihi..gini nih kalau gak ada pemanas air, buat malas mandi pagi.
"madilah, Belegug sia…Bau badanmu tuh sudah menjelajah lewati gedung-gedung dan sungai nihl"
"Coba aku bauin." aku pun mencium bau keteku sendiri "bekh….alamak aku sudah tak tahan baunya."
"tuh kan matilah kau!'
"Nananana..aku mau mandi dulu ah yuhu..!" Aku pun pergi ke kamar mandi sambil bersiul-siul "Senangnyo pagi ini , ambo bisa mandi..hihi" aku pun menirukan bahasa padang yang mana kotanya saja belum pernah ku injak apalagi belajar bahasa sana? Ya biasa, aku suka belajar ke teman-tamanku yang berasal dari sana.
###
"Dadan Ayo Cepat….!"
"Iya iya bentar, aku lagi nyiapain berkas-berkasnya"
Huuh memang kebiasaan ngaret itu seakan tak pernah lekang ditelan jaman. Yups tapi tetap semangat. Bismillah Ya Allah aku akan berjuang berkeliling agar beasiswa ini cepat turun dan aku bisa meringankan beban orang tuaku.
"Yoha…T'ala ya Feri…Bissur'ah!" Ajak Dadan sambil berlari dari dalam Flat.
"Yupa…kita ke mahattah mutsalast yuk"
Berlari ya, beginilah tiap pagi kita lakukan agar tidak tertinggal bus yang mana sumpek plus penuh tiada ampun. Wah pokoknya dempet-dempetan, ya beginilah kalau lagi merantau ke negeri orang…mahasiswa rantau kan senang-senang tapi susah.
Deg…..deg….deg…, Subhanallah siapakaah gerangan bidadari yang turun dari langit ini. Astagfirullahaladzim sepertinya aku terbuai dalam mimpi kembali, seakan-akan aku terbelenggu dalam khayalan tingkat tinggi "Oh…memang pagi ini begitu dahsyat..aku melihat seorang bidadari yang..eeeehh pokoknya cuaaaaantiiiiiik bangeeeeeet" Dalam hatiku "Siapakah namanya? Dimanakah rumahnya? Berapakah no hpnya?" Pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu berputar dalam pikiranku. Aku pun terpaku di pagi itu, di tengah-tengah kerumunan orang yang sedang menunggu bis 80 Coret.
Lalu khayalanku pun semakin terbang dan terus terbang, seakan-akan aku seudah berhadapan dengan dia, lalu aku sarungkan cincin di tangannya, lalu aku menikah dengan dia, lalu dan lalu…..
"Hayo…kenapa fer?"
"Ehm…enggak" Aku kikuk menjawab pertanyaan Dadan.
"Halah paling kamu melihat cewek itu kan!"
"Ehm…eng..enggak ah! Sory man gua Ikhwan, ghoddul Bashar gitu loh"
"Alah…alesan, aku tuh, siapa sih yang tak terpikat ketika melihat fitri!"
"Siapa dan? Fitri?"
"Iya dia tuh namanya Fitri, dia tingkat dua Ushuluddin."
Ooh…Fitri..Fitri..kini ternyata bidadari itu yang telah membuatku terbang dalam buaian kali ini?
"Kamu kenal Dan?"
"Ya kenallah cuman gak deket, eh sini-sini aku bisikin" " Dia tuh cewek keren lah, aktivis, Akhwat teladan pokoknya dijamin sholehah.. itu sih menurut penglihatanku""Eh BTW ada apa nih kamu nanya?"
"Oh hanya ingin tahu aja?
"Halah….hampir semua Lelalki di kairo kali.. mengharapakan wanita seperti dirinya." "Apalagi makhluk yang bernama Feri"
"Enak aja..kenal juga enggak!"
"Santai Bro, kalau jodoh gak bakal kemana!"
"iya, aku jadi ingat kata Fahri kalau setiap sesuatu pasti ada jodohnya"
"Yups..cup cup cup anak papah tak boleh sedih gitu" "Ya udah Ta'aruf sana berani ga?"
"Hem..Berani!"
"Eit eit tunggu bro jangan gegabah begitu, dia tuh muslimah yang baik pasti gak bakalan suka kalau kau main serobotan kayak begitu"
"Trus harus bagaimana?"
"Ehm..ya harus step by step." "Pertama mungkin kalau sekarang kamu langsung pengen kenalan, dia akan langsung menghindar lalu menghilang, karena menurut dia kamu terlalu jual murah"
"Trus gimana nih?"
" Ya udah biarkan dulu dia pergi, nanti pasti ketemu lagi"
"kapan bro? kapan? Belum tentu aku dan dia bisa bertemu lagi"
"Santailah dia tuh aktivis pasti selalu ada dalam setiap acara."
"Ooo..betul betul betul…! Masuk akal."
"Yah…dia pergi" Aku hanya bisa terpaku melihat kepergian sang bidadari hatiku manaiki bus, yang tegambar dalam benakku bagaikan kereta kencana berhiaskan cahaya kesucian seorang wanita yang tercipta sebagai makhluk tuhan yang paling indah bagiku. Aku berharapa kita akan bertemu lagi suatu hari nanti.
Bersambung
Selanjutnya......
Senin, 17 Maret 2008
Penuntun Tujuanku

Sehangat Mentari Menyinari Pagi Ini
Terselimuti sinar yang tak kunjung mati
Kau Setia Terus Lindungi
Tak peduli betapa badai telah datang malam ini
Skuat pelukan akar pohon besar
Kau dekap aku agar tak terdampar
Terdampar dalam pulau yang tak pernah tergambar
Sesuatu yang tak pernah bias terbayar
Berjuta air mata….
Perih dan luka …
Lelah dalam hasrat berjelaga
Betapa kau masih setia mencintai hingga ajal menjelma..
Sungguh tak ada tatapan mata sesejuk tatapanmu
Menenangkan setiap jiwa yang terbelenggu
Kata-katamu membangkitkan semangat dalam kalbu
Oh ibu Kapan kah kita bias bertemu setelah kita terpisahkan waktu??....
AKu RIndu…Aku Anakmu….
Selanjutnya......
Ketika Kita Harus Berbagi
Mengapa Manusia bisa menghitung hari, bulan dan tahun dengan tepat? Semua itu karena keteraturan putaran rotasi bumi pada sumbunya, serta gerakan evolusi bulan pada bumi dan evolusi bumi pada matahari. Itulah keteraturan jagat raya yang tunduk pada ketetapan Allah SWT. Begitupun seluruh unsur–unsur alam semesta lainnya, mulai dari planet, meteor, bintang hingga gerakan–gerakan terkecil seperti molekul dan atom semuanya bergerak secara teratur.
Melihat keteraturan pada alam semesta, sepatutnya kita menerapkan system keteraturan pada oraganisasi yang kita geluti. Namun dalam mengolah sebuah organisasi tidaklah cukup hanya dengan semangat yang membara, tapi dibutuhkan yang namanya bekerja secara cerdas serta menghemat waktu dengan menghasilkan value yang memuaskan.
Sebagaimana alam semesta yang teratur, yang mana tidak ada salah satu dari planet ataupun bintang ingin menonjolkan diri, maka dalam berorgamisasi maupun bekerja harus seperti itu. Kita bekerja secara team work, tidak ada yang ingin saling menonjolkan, serta bekerja for all. Seperti sebuah beton yang mana keberadaannya membuat kokoh sebuah bangunan namun dia tidak pernah menonjolkan diri. Dalam sebuah pepatah dikatakan "Jadilah engkau sebuah beton yang mengokohkan dan menjadi bagian terpenting walau tidak terlihat". Kita seharusnya bisa berbuat untuk bersama bukan untuk diri sendiri. Bergerak, bekerja, berbuat dan berfikir lebih banyak karena "Al–Barakatu fil Harakah Wal–Harakatu Fihal Barakah"." Keberkahan ada didalam pergerakan dan didalam pergerakan ada keberkahan".
Untuk merealisasikan hasil yang sempurna dalam pergerakan, kita harus berfikir cerdas dengan menggunakan system POACE (Planing, Organizing, Actuating, Controling and Evaluating). Kadang kita tidak pernah menyadari teori ini sudah pernah pernah kita dapatkan pada masa Tsanawiyah ataupun 'Aliyah, akan tetapi kesalahan kita adalah menghafal teori tersebut dengan kepala bukan dengan hati dan kita tidak pernah berlatih. Padahal, ini menyangkut kebiasaan dan kerakter yang harus diinternalisasi.
Begitu banyak pemahaman tentang teori pembangunan karakter, manajemen, buku-buku penuntun sukses yang telah dipelajari. Namun begitu banyak pula yang sudah dilupakan atau dihafal hanya sebatas teori dan tidak dipraktikan sama sekali. Akhirnya, ilmu-ilmu tersebut seharusnya digunakan, kita sering lupa. Tatkala diingatkan kembali, barulah kita menyesal. Sebuah peluang emas telah terlewatkan begitu saja, atau masalah yang seharusnya bisa dituntaskan, tidak mampu diselesaikan dengan baik.
Kecakapan, pada hakikatnya dapat dipandnag sebagai sekumpulan kebiasaan yang terkoordinasi, apa yang kita pikirkan, rasakan, lihat, dan kerjakan agar suatu tugas terlaksana. Pendapat ini sekiranya bisa menegaskan bahwa hakikat dari suatu kecakapan bukanlah hanya pada pemahaman, melainkan juga metode internalisasi kebiasaan.
Saya akan mengambil suatu pandangan tentang penciptaan karakter dari buku Stephen R Covey, "Taburlah gagasan, petiklah perbuatan, taburlah perbuatan, petiklah kebiasaan, taburlah kebiasaan, petiklah karakter, taburlah karakter, petiklah nasib". Artinya, untuk membangun karakter, tidak cukup hanya mambaca buku bahkan pelatihan saja, namun dibutuhkan sebuah mekanisme pelatihan yang terarah dan tiada henti secara berkesinambungan. DR. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi mengatakan: "I'imaluu faoqo ma 'amiluu" "bekerjalah lebih dari apa yang mereka kerjakan".
"……..Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negri akhirat dan jangan kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang–orang yang berbuat kerusakan" – Qs Al – Qashas 28:77.
Sebagai seorang muslim seyogyanya kita bisa menseting sebuah pergerakan yang berprinsip hanya kepada Allah SWT. Berniatkan segala sesuatu untuk ibadah. Dengan mempunyai niat untuk ibadah berarti kita telah menghubungkan hubungan Vertical dan Horizontal sekaligus. Yaitu hubungan antara hamba dengan Tuhannya dan hamba dengan hamba dalam satu pekerjaan. Hubungan Vertical dengan niat kita untuk ibadah hanya pada Allah semata dan hubungan Horizontal dengan amal perbuatan kita di organisasi.
Berorganisasi dan bekerja bukan berarti meninggalkan semuanya, namun ada saatnya kita berorganisasi, bekerja, ada saatnya belajar adapula saatnya beribadah kepada Allah SWT.
Banyak orang bingung dengan perasaannya sendiri, dan tidak mengenal lagi siapa dirinya. Bagi dirinya lingkungan luar lebih jelas dibandingkan dirinya sendiri, yang tidak mampu memahami wawasan batiniah dalam dirinya sendiri. Akhirnya ia menjadi buta dan tuli, tak mampu menjabarkan kawasan batinnya sendiri, akibatnya ia hanya dikemudikan oleh logika dan insting hewaninya saja (penyakit Aleksitimea). Namun melalui ibadah, kesadaran diri tentang kawasan batin tersebut akan disegarkan kembali. Ia menjadi mampu mengenal kembali siapa dirinya dan bagaimana suara hatinya. Radar batinnya seperti dihidupkan kembali. Ia kembali menjadi peka, karena hatinya kembali terbuka dan pegangan hidupnya kembali memancar dari dalam dirinya. Inilah yang kemudian menimbulkan rasa tentram di dalam hati, membuat dirinya terlindungi dari tekanan serta pengaruh lingkungan luar yang datang bertubi-tubi.
Inilah pemahaman tentang kesadaran diri untuk beribadah. Kesadaran bahwa ibadah itu bukanlah untuk Allah, tetapi justru untuk kepentingan manusia itu sendiri. Inilah tanda kasih sayang Allah yang telah mengkaruniakan ibadah sebagai suatu metode untuk mencapai ketentraman, kebahagiaa, dan alat pemeliharaan untuk keberhasilan dirinya sendiri dalam rangka menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi. Allahu Akbar!
-Qs Al-ma'araj 70:19-23
Saatnya kini kita berbenah diri dalam berbagi waktu di organisasi, belajar, dan beribadah. Membagi sisa-sisa waktu kita di bumi ini sebaik mungkin untuk menggapai ridho Allah SWT.
Take time to READ, it is the foundation of Wisdom
Take time to QUIET, it is the opportunity top seek God
Take time to DREAM, it is the Future made of
Take time to PRAY, it is the Greatest Power on Earth
Wallahu'alam
Selanjutnya......
Kemana Aku Berdiri?
Waktu kini tak lagi bisa berputar
Air es kini tak lagi mencair…
Angin yang berdesir bagai seorang penyair membacakan syair
Membawa hati, jiwa, rasa untuk tergelincir…
Rasa….
Kini sudah tak ada lagi rasa dalam raga
Percuma aku percaya dia…
Betapa dia hanya menganggapku sebagai waktu yang tak terbaca
Cinta….
Aku tak pernah tahu apa benar cinta itu ada…
Apa benar cinta itu dapat menyapa..
Betapa kata itu telah hilang ditelan rasa..
Persahabatan…
Persahabatan yang tak bisa tersingkirkan
Selalu abadi walau kadang itu menyakitkan
Sahabat yang tak bersahabat terbuai dalam kegelapan..
Lelah…
Lelah mencari mentari
Lelah mencari penerang hati
Kini hanya nama-NYA yang selalu temaniku dalam setiap gubahan mimpi
Selanjutnya......