Rabu, 19 Maret 2008

PEMUJA BIDADARI


Tercerah Keindahan dihadapanku
Tarpaku terdiam melihatmu
Kini semua rasa memaksaku untuk menyatu
Kemana aku harus melabuhkan hatiku?

Di persimpangan ku temukan secercah cahaya kesempurnaan
Bidadari malam yang tak bisa ku elakan
Bidadari malam yang menerangi dengan sinar bulan
Secerah harapan pemberi kehangatan

Aku tak pernah percaya aku lemah dihadapmu
Mecabik-cabik setiap helai kalbu
Oh bidadari yang tak tersentuh oleh tabu
Kemanakah aku harus mencari hatimu

Tak terlupa tatapanmu
Tak terlupa senyummu
Walau ku tahu kau tak pernah menghiraukanku
Aku bahagia hanya dengan membayangkanmu

Kini tercurah dalam jiwa maupun sukma
Terjerembab lesu oleh sebuah aura
Aura dirimu yang mengugah dahaga
Disini aku hanya memuja

3 komentar:

Mas Niam mengatakan...

wah... dunia cairo sedang tenggelam dalam danau cinta nih...

nggapriel mengatakan...

ck ck ck, jadi ingat kata Ti Pat Kay nih, penderitaan cinta tiada berakhir. Hehehe... :D

Aktubu mengatakan...

Ya
sudah kuduga
kau sama saja dengan mereka
huh..
pemuja rahasia
tertatih memendam rasa
tak bernyali tuk ungkapkan sebutir suka
walau hanya dalam sebaris kata

kasihan!
kata yang akan selalu aku sematkan
di pundak gelisahmu
di jidat orang-orang sejenismu

kasihan!
satu-satunya kata yang bisa menjelaskan
degup jantungmu
dan deras desir darahmu
saat kau berdiri terpaku
menikmati indahnya
peri berkerudung putih pujaanmu

ha ha ha ha
aku tertawa
keras sekali
puas sekali
melihatmu

aku tunggu balasanmu
salam cinta dariku
yang tak mau jadi pengagum setia sepertimu